2 Oktober 2007
22:36 WIB
Mulanya kubiarkan mawar-mawar itu tumbuh di hatiku. Aku juga tak peduli batang dan cabangnya tumbuh, menjerat dan membelit dinding-dinding hatiku. Aku terpesona saat kuncup-kuncupnya bersemi, terlena kala wanginya mengecup ruang-ruang hampa.
Kusadari perlahan-lahan durinya menusuk, dalam, dan semakin dalam. Perih. Sakit, dan semakin sakit. Namun aku tak ingin mawar-mawar itu pergi... kubiarkan ia terus tumbuh... dan kubiarkan ia menusuk semakin dalam... dan kubiarkan hatiku semakin terluka. Kan kubiarkan terus tumbuh, hingga layu dan mati dengan sendirinya.
22:36 WIB
Mulanya kubiarkan mawar-mawar itu tumbuh di hatiku. Aku juga tak peduli batang dan cabangnya tumbuh, menjerat dan membelit dinding-dinding hatiku. Aku terpesona saat kuncup-kuncupnya bersemi, terlena kala wanginya mengecup ruang-ruang hampa.
Kusadari perlahan-lahan durinya menusuk, dalam, dan semakin dalam. Perih. Sakit, dan semakin sakit. Namun aku tak ingin mawar-mawar itu pergi... kubiarkan ia terus tumbuh... dan kubiarkan ia menusuk semakin dalam... dan kubiarkan hatiku semakin terluka. Kan kubiarkan terus tumbuh, hingga layu dan mati dengan sendirinya.
No comments:
Post a Comment