Tak banyak yang bisa mereka harapkan selain kemudahan dalam memenuhi kebutuhan ekonominya. Terkadang jalan pintas menjadi sebuah keharusan. Sekedar untuk urusan perut. Bertahan hidup. Tebang sebatang dua, terkadang tak sepadan dengan konsekuensi yang didapat. Sekelumit gambaran tentang kondisi masyarakat sebuah desa hutan di kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah, yang hidupnya bergantung pada sumberdaya hutan. Jauh dari pusat pertumbuhan, minim fasilitas, dan masih berlakunya hukum rimba. Survival of the fittest. Dalam keterhimpitan, beberapa coba tuangkan daya kreasi dalam karya-karyanya. Memanfaatkan yang sudah tidak berguna, menjadi sesuatu dengan nilai fungsi dan ekonomi. Anda tertarik?
Dingklik (Small Bench)
Karya Bpk. Jumingun
Desa Gempol, Kec. Jati
Blora
Karya Bpk. Jumingun
Desa Gempol, Kec. Jati
Blora
Beberapa contoh barang tersebut dibuat dari bahan baku kayu limbah, yakni kayu yang tidak masuk dalam kelas kayu yang dibutuhkan perusahaan pengelola hutan negara (Perum Perhutani). Bentuk barang bervariasi sesuai ukuran dan bentuk kayu limbah yang diperoleh, sehingga berpengaruh dalam hal harga barang. Namun jaminan kualitas tetap menjadi prioritas utama. Masih banyak karya yg belum terpublikasikan, bila tertarik, saya bisa hubungkan anda langsung ke perajinnya. Cp: Novenanto 081578118839





2 comments:
mana versi bahasa inggrisnya gon...tapi ide mu utk empowerment masy disana ku acunngi jempol...sip..sip..sip..
Apik2 bro...lanjutkan dan kejutkan...!!
Post a Comment