Jumat 20 April 2007
Aku tidak tahu lagi kemana arah angin akan membawaku semakin jauh darimu, aku hanya merasa apa yang kulakukan seakan tidak ada ujung pangkalnya, aku tak lagi tahu mula dan juga tiada kutemukan akhir. Kerinduanku padamu mungkin satu-satunya semangat hidupku saat ini, ditengah galaunya perasaan dan pikiran oleh hiruk pikuknya rencana-rencana dan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Hawa Tanggel pagi ini tidak begitu dingin, namun entah mengapa aku sangat menggigil, sementara semangatku tuk berkarya justru semakin menurun. Aku hanya tidak ingin mengeluh, sekedar supaya tidak mengecewakan banyak orang yang saat ini bersandar pada semangatku untuk terus maju.
Delapan hariku di Randublatung tidaklah begitu baik, pikiran dan tindakanku tidak produktif, banyak langkah yang justru tidak efektif, dan sangat menguras energi. Aku hanya berharap dan seperti biasa akan kembali berharap semuanya bisa kuselesaikan sebagaimana aku berani mengawalinya.
Sabtu 21 April 2007
Lagi.. untuk sekali lagi kuhirup nafas dari udara dingin pagi ini, bersyukur (atau entah apakah sebaiknya aku mengutuk) aku masih hidup pagi ini. Keletihan menyanderaku, kebingungan masih saja menggayutiku, aku bimbang.. dusta .. dan selalu dengan dusta kuberkutat. Apa yang kucari? Eksistensi untuk sebuah posisikah? atau sekedar menyelamatkan diri? apa yang telah kulakukan.. bagaimana aku bisa meninggalkan nurani sejauh ini? Dan sekali lagi.. mungkin juga akan menjadi berkali-kali lagi, jatuh dalam kesalahan yang sama. Apakah aku masih pantas berharap padamu Tuhan? Tolong selamatkan aku kali ini.. sekali lagi.. setelah berkali-kali... bagaimana bisa kuhirup nafasmu hari ini.. selamatkanlah aku Tuhan.. aku mohon.
Minggu 22 April 2007
Entah apa ini yang Kumaksud dengan selamat.. aku hanya mengulur kematianku saja. Rasanya aku sudah tidak lagi sanggup menahannya, terlalu sesak, dan aku masih kecewa pada diriku sendiri. Aku berlari dan terus berlari, aku tak tahu bagaimana berhenti. Aku sangat ingin berhenti, dan menghadapi semua ketakutanku, dan memusnahkan segala kekhawatiranku
Senin 23 April 2007
Sekali lagi aku harus mengutuk dan mengumpat, aku berpikir sudah lolos kemarin!! Sial benar, semua terjadi di luar perkiraan, tapi aku mungkin masih beruntung.. mungkin!! Setidaknya aku masih bisa meregang nafasku saat ini.
Monday, June 4, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment